Komunitas Seni dan Budaya 3A Gelar Workshop Puisi dan Dongeng Bahasa Daerah

Redaksi

Jul 21, 2024 08:51 · 2 tahun lalu
 437
Komunitas Seni dan Budaya 3A Gelar Workshop Puisi dan Dongeng Bahasa Daerah

Komunitas Seni dan Budaya 3A Bondowoso menggelar workshop penulisan dan membaca puisi dan dongeng bahasa Jawa dan bahasa Madura di Alun-alun Raden Bagus Ashra pada tanggal 20 - 23 Juli 2024. kegiatan yang merupakan salah satu acara dari rangkaian Kemah Sastra Lembah Ijen ini diikuti oleh puluhan pelajar tingkat SMP dan SMA di kabupaten Bondowoso. 

Novi Agus Triono, selaku ketua Komunitas Seni dan Budaya 3A menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari peogram bantuan pemerintah untuk penguatan komunitas sastra melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tahun ini, komunitasnya berhasil mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk melaksanakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan di Bondowoso.  Salah satu bentuk kegiatan yang dipilih adalah workshop penulisan dan pembacaan puisi serta dongeng dalam b ahasa daerah, yakni Jawa dan Madura.

"Kegiatan ini merupakan upaya kami dalam melestarikan bahasa daerah. kami berharap dari kegiatan ini akan muncul kecintaan terhadap bahasa daerah dari para peserta yang notabene adalah pelajar, juga dapat memunculkan generasi penulis-penulis produktif yang menggunakan bahasa daerah dalam berkarya," ujar Novi.

Kemah Sastra Lembah Ijen yang berlangsung selam sepekan ini, terdiri dari beberapa jenis kegiatan. Di antaranya workshop puisi bahasa Jawa dan Madura, workshop mendongeng bahasa Jawa dan Madura, Kompetisi puisi dan mendongeng bahasa Jawa dan Madura, pameran Karya, diskusi sastra, serta akan ditutup dengan malam pertunjukan seni. 

Dengan adanya kegiatan ini, Novi berharap semangat untuk melestarikan budaya lewat bahasa daerah terus terjaga. Sebagaimana diketahui, kabupaten Bondowoso memiliki kekayaan budaya yang terhimpun dari budaya madura dan jawa. Dengan keterlibatan para pelajar, para generasi muda akan lebih peduli dengan bahasa daerah yang secara tidak langsung turut andil dalam merawat budaya daerahnya.