Makna Tersembunyi Di Balik Sajian Nasi Tumpeng

Mar 25, 2021 04:02 · 6 tahun lalu
 1425
Makna Tersembunyi Di Balik Sajian Nasi Tumpeng

Tradisi tumpeng telah lama dikenal, hingga saat ini masih sangat digemari oleh masyarakat terutama yang ada dipulau Jawa, Bali dan Madura yang memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk merayakan suatu peristiwa penting seperti acara peresmian gedung, rumah baru, ulang tahun, kelahiran anak, hingga malam tirakatan pada hari Kemerdekaan, serta  dianggap sebagai sajian wajib saat syukuran ataupun upacara adat. Tumpeng berasal dari tradisi lama masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Hal ini telah lama ada jauh sebelum agama masuk ke Nusantara.

Saat agama Hindu masuk  ke Indonesia perayaan dan pembuatan nasi tumpeng mengalami sedikit perubahan, yaitu dari bentuk nasinya. Nasi Tumpeng baru mulai dibuat kerucut ketika era Hindu. Kerucut merupakan tiruan bentuk gunung Mahameru sebagai tempat bersemayamnya para dewa-dewi mereka. Setelah Islam masuk ke Nusantara, pembuatan tumpeng kembali disesuaikan dengan kaidah Islam, dan kemudian menjadi nasi tumpeng yang kita kenal hingga sekarang.

Bentuk kerucut pada nasi tumpeng merupakan representasi dari kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak gunung dan perbukitan. Selain itu di sekeliling nasi tumpeng biasanya ada lauk. Nah, pemilihan jumlah dan jenis lauk di dalam sepaket nasi tumpeng juga tidak sembarangan, sebab semuanya memiliki makna tersendiri. Biasanya ada paling tidak 7 jenis lauk di nasi tumpeng. Sebab dalam bahasa jawa angka 7 disebut pitu, yang juga bisa diartikan sebagai pitulungan atau pertolongan. Selain itu, jenis lauk yang dipilih juga ada maknanya. Misalnya telur yang menggambarkan kebersamaan. Selain itu kita juga sering menemukan jenis ikan dalam lauk nasi tumpeng karena ikan menggambarkan sebuah keuletan dan perjuangan hidup meski sedang berada di masa-masa yang sulit. Ada juga ayam jantan yang biasa dimasak dengan bumbu kuning. Ini melambangkan bahwa manusia sebaiknya menghindari sifat jelek yang ada pada ayam jago (jantan) misalnya sombong atau ingin menang sendiri.

Berbeda dengan lauk pauk yang memiliki banyak makna, sayuran urap di nasi tumpeng umumnya memiliki makna yang baik. Sayur yang terdiri atas kangkung, toge, dan kacang panjang ini memiliki makna melindungi dan pertimbangan yang baik dalam memilih segala sesuatu. Sajian tumpeng beserta aneka lauk biasanya digunakan sebagai persembahan atau sesaji untuk Dewa atau arwah leluhur. Namun, lambat laun arti tumpeng yang mengerucut mulai bergeser sebagai makna dari harapan agar hidup selalu sejahtera dan penuh berkah.

Pada zaman dahulu, segala sesuatu harus dilakukan dengan memperhatikan peraturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Tak terkecuali, saat akan menyantap sajian tumpeng usai kegiatan upacara adat tradisional. Biasanya, saat akan menyajikan tumpeng, bagian puncak akan dipotong terlebih dahulu untuk diberikan kepada orang yang paling dihormati atau orang yang tengah melaksanakan hajat besar. Padahal, cara yang benar saat menyantap tumpeng adalah 'mengeruk' nasinya dari bawah hingga ke atas. Hal ini memiliki arti bahwa setiap makhluk hidup akan kembali ke Sang Pencipta yang disimbolkan dengan puncak tertinggi nasi tumpeng.

 

Sumber Oleh :

https://kumparan.com/kumparanfood/sejarah-di-balik-sajian-nasi-tumpeng-penuh-makna-1536645384531149915

https://bobo.grid.id/read/08675262/asal-usul-dan-makna-nasi-tumpeng?page=all