Sejarah Boneka Kattok, Kesenian Rakyat Khas Bondowoso yang Ditinggalkan
Banyak yang mengatakan Boneka Kattok merupakan salah satu kesenian khas Kabupaten Bondowoso, yang tidak dapat ditinggalkan oleh zaman. Tetapi tak jarang masyarakat Bondowoso dari berbagai kalangan yang masih tidak mengetahui adanya kesenian boneka kattok terutama pada generasi milenial. Apakah masyarakat Bondowoso tidak ingin melestarikan kesenian ini kembali? Berikut pernyataan bapak Karyadi penerus generasi ke-3 sebagai pewaris boneka kattok.
Boneka kattok pertama kali didirikan oleh bapak Arji pada Tahun 1647, dan diteruskan kembali oleh bapak Nuridin selaku generasi ke-2 pewaris boneka kattok. Bapak Karyadi mengatakan kesenian boneka kattok pernah vakum semenjak orang-orang jepang dan belanda melarangnya untuk tampil didepan masyarakat Bondowoso. Pada tahun 60-an bapak Karyadi sebagai penerus pewaris boneka kattok kembali melanjutkan budaya kesenian ini sebagai dalang, dengan melakukan pertunjukan yang biasa-biasa saja.
Dahulu masyarakat Kabupaten Bondowoso sangat mengetahui adanya budaya kesenian boneka kattok. Dicatatan sejarahpun kesenian boneka kattok sudah tertulis dan diakui. Istilah boneka kattok sendiri merupakan bunyi-bunyian ketukan kayu yang dipukul “kattok..”kattok..kattok..” oleh karena itu masyarakat Bondowoso menjulukinya dengan boneka “kattok”. Selain itu masyarakat Bondowoso juga mengenal boneka kattok dengan istilah boneka di udin dan si unyil, udin sendiri memiliki arti “unik dan dinamis”, sedangkan unyil memiliki arti “unik dan ilmiyah”, bapak Karyadi juga mengatakan bahwa memainkan boneka kattok sungguh tidaklah mudah.
Pertunjukan boneka kattok sangat digemari oleh masyarakat Kabupaten Bondowoso, setelah berkembang begitu pesat dan dikenal banyak orang, pertunjukan boneka kattok mampu ditayangkan di stasiun televisi TVRI Indra Kencana, dengan acara program pertunjukan kesenian boneka kattok. Boneka kattok merupakan salah satu andalan yang unik pada saat itu, sebelum ada kesenian yang lain boneka kattok tidak asing bagi masyarakat kota Bondowoso maupun luar kota Bondowoso.
Alasan boneka kattok semakin meredup dan punah karena adanya keseian-kesenian modern salah satunya seperti al-badar, selain itu kepunahannya disebabkan oleh susahnya untuk mencari tkang pahat yang mampu membentuk karakter yang sesuai dalam kesenian tersebut.
Bapak Karyadi mengatakan bahwa kesenian boneka kattok memiliki keunikan yang terdapatpada sejarahnya, selain itu boneka kattok dapat dialihkan atau dikembangkan dengan membuat boneka kattok menjadi unik dan modern, boneka kattok memiliki banyak sekali karakter, karakter yang paling terkenal atau dicari adalah karakter udin (karakter laki-laki) dan karakter nonik (karakter si perempuan). Bapak Karyadi berharap bahwa kesenian boneka kattok ini tidak terputus di bapak Karyadi saja tetapi harus dilestarikan kembali, dan beliau mengatakan bahwa ia siap mengajari generasi-generasi muda yang ada di Bondowoso untuk mempelajari cara memainkan boneka kattok.
Oleh : Fariskiyah & Putri Ainur
