Kabid Perindungan Anak DP3AKB Menjadi Sahabat Anak di KEDAI 2025 di Ambulu

Sep 23, 2025 18:50 · 1 tahun lalu
 76

Ambulu, Jember – Suasana halaman SDN Andongsari 02 Ambulu dipenuhi tawa riang dan semangat anak-anak yang mengikuti Kemah Dongeng Indonesia 2025 (KEDAI 2025). Tenda-tenda berdiri rapi, cerita-cerita mengalir, dan imajinasi anak-anak seakan tumbuh bebas di udara sore itu. Di tengah keceriaan tersebut, hadir Sugeng Riyadi, SE, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Kabupaten Jember, yang tidak tampil sebagai pejabat, melainkan sebagai sahabat yang hangat dan penuh perhatian.  

Sugeng duduk bersama anak-anak, mendengarkan cerita mereka, lalu menanggapi dengan senyum dan candaan ringan. Ia mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh dengan aman, gembira, dan kreatif. “Anak-anak itu punya hak untuk tumbuh dengan gembira, aman, dan kreatif. Kalau kalian berani bercerita, berani bertanya, dan berani mencoba hal baru, itu tandanya kalian hebat,” ucapnya, pada sesi yang dilakukan di Taman Baca Masyarakat (TBM) RIMBA WatuKebo Andongsari, Ambulu, setelah sesi jelajah situs Watukebo dengan menggunakan 3 Pegon dari lokasi KEDAI ke situs WatuKebo (21/09).

Obrolan tidak berhenti pada pesan serius. Sugeng mengajak anak-anak bermain tebak-tebakan sederhana, lalu memberi ruang bagi mereka untuk bercerita tentang cita-cita. Ada yang ingin jadi guru, ada yang bercita-cita menjadi dokter, khas celoteh anak-anak, bahkan ada yang berani mendongeng di depan teman-temannya. Semua disambut dengan tepuk tangan dan sorakan kecil yang membuat suasana semakin akrab.  

Bagi Sugeng, dongeng bukan hanya hiburan, melainkan jembatan untuk menanamkan nilai kehidupan. “Lewat dongeng, kita bisa belajar tentang kejujuran, keberanian, dan persahabatan. Jadi, jangan malu untuk mendongeng atau mendengarkan cerita, karena dari sana kita bisa jadi anak yang kreatif dan peduli,” katanya dalam acara yang dirancang untuk anak dan mengangkat sumber lokal untuk menjadi cerita anak ini. 

Kehadiran DP3AKB yang diwakili oleh Kabid Perlindungan Anak di KEDAI 2025 membuktikan komitmen Kabupaten Jember sebagai kabupaten ramah anak, ini juga didukung oleh Dispusip Kab Jember, Dispendik Kab Jember, Bank Indonesia, Balai Bahasa Jawa Timur, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta Kemdikdasmen RI. Dengan gaya sederhana dan penuh empati, ia berhasil membuat anak-anak merasa dihargai, didengar, dan berdaya. Di bawah langit Ambulu yang cerah, anak-anak pulang membawa cerita baru dari KEDAI 2025, bukan hanya dari dongeng, tetapi juga dari pengalaman berharga bertemu seorang sahabat yang peduli pada masa depan mereka.(istnjbr)