SMADA Bondowoso Bertutur

Aula SMAN 2 Bondowoso pagi itu dipenuhi oleh semangat kreativitas. Ratusan siswa dari kelas X dan XI tampak bersiap dengan pena, kertas, dan laptop di tangan mereka. Di panggung utama, dekorasi bertema "Menulis adalah Menciptakan peradaban Dunia" menghiasi backdrop, lengkap dengan instalasi kata-kata motivasi dari para sastrawan Indonesia.

Jul 28, 2025 10:55 · 1 tahun lalu
 153
SMADA Bondowoso Bertutur

" SMADA BERTUTUR "
Momentum Literasi Siswa SMAN 2 Bondowoso yang Menginspirasi

Bondowoso, 24 Juli 2025 — Aula SMAN 2 Bondowoso pagi itu dipenuhi oleh semangat kreativitas. Ratusan siswa dari kelas X dan XI tampak bersiap dengan pena, kertas, dan laptop di tangan mereka. Di panggung utama, dekorasi bertema "Menulis adalah Menciptakan peradaban Dunia" menghiasi backdrop, lengkap dengan instalasi kata-kata motivasi dari para sastrawan Indonesia. Hari itu, sekolah yang dikenal dengan julukan "Smada" ini secara resmi membuka kegiatan "Smada Bertutur", sebuah lokakarya penulisan cerpen dan puisi yang menjadi gebrakan baru dalam penguatan budaya literasi Sastra siswa.


Dalam sambutannya, Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 2 Bondowoso, menekankan bahwa "Smada Bertutur" bukan sekadar agenda seremonial. "Literasi adalah kunci untuk membentuk siswa yang kritis, kreatif, dan mampu bersaing di era global. Melalui menulis, mereka belajar menuangkan ide, memahami perspektif orang lain, dan akhirnya menghargai keberagaman suara," ujar beliau. Pernyataan ini diamini oleh Novi Agus, yang akrab di panggil Gus Nov pegiat sastra Tapal Kuda yang menjadi pemateri utama. "Menulis puisi atau cerpen itu seperti memancing ide di lautan imajinasi. Kalian harus siap untuk 'kena hooks' oleh ide-ide liar," candanya yang disambut tawa riuh para siswa.


Kegiatan hari pertama fokus pada penyampaian materi yang dipandu oleh dua figur inspiratif. Gus Nov dan Hamka Cahyaning Warga, berbagi pengalaman kariernya sebagai pegiat Sastra dan Literasi. Ia menjelaskan teknik-teknik dasar penulisan puisi, seperti rima, metafora, dan struktur bait. "Puisi itu ibarat foto—kalian harus bisa 'memotret' emosi dalam kata-kata," tuturnya, " sedangkan Cerita pendek itu seperti es krim cone—padat, manis, dan harus membuat orang ketagihan untuk membaca hingga akhir," ujarnya .

Di aula yang sama, Mr. Hamka, pegiat sastra yang sering terlibat dalam festival sastra regional, mengatakan, 'Cerpen yang bagus dimulai dari pengamatan kecil di sekitar kita. Ada berbagai tehnik yang di ajarkan pada para siswa , seperti tehnik converting film ke puisi , penggunaan musik , gambar inspirasi dan tehnik dongeng bersurat.


Kegiatan Smada Bertutur Ini diikuti kurang lebih 700 siswa-siswi , ini adalah hal yang sangat luar biasa , jarang sekali ada pelatihan penulisan sastra sebanyak ini .Dan ini dilakukan atas arahan Kepala Sekolah SMAN 2 Bondowoso yang meyakini bahwa literasi dan sastra akan mendorong cara berfikir kreatif dan kritis bagi siswa siswi di sekolah.Yang menarik bahwa “ sekolah akan mendukung , setiap karya akan dikurasi untuk dibukukan dalam antologi bersama” ujar Ibu Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd, dengan penuh semangat.

Menuju SMA Awards: Representasi Kreativitas Jawa Timur
Tidak berhenti di antologi,  karya karya peserta akan diikutsertakan dalam SMA Awards 2025 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ajang ini merupakan kompetisi literasi dan seni antar-SMA se-Jawa Timur, dengan kategori penulisan kreatif sebagai primadonanya. "Kami ingin menunjukkan bahwa Bondowoso bukan hanya tentang kopi dan panorama, tapi juga sastra yang luar biasa," tambah Ibu Holifah.
Antusiasme Siswa: "Kami Ingin Mendunia!"

Di tengah kesibukan, beberapa siswa berbagi cerita. Bebarapa siswa  mengatakan, "Biasanya kami hanya belajar teori di kelas. Ini pertama kalinya kami benar-benar menulis dan dibimbing langsung oleh pakarnya." Sementara itu, ada siswa putri kelas X, memperlihatkan puisinya yang bertema "kegembiraan anak gajah". "Puisi ini tentang kenangan masa kecil. Saya harap bisa menginspirasi orang lain," ucapnya malu-malu.

Di penghujung hari, para siswa diminta menempelkan draft pertama mereka di "Dinding Aspirasi" aula. Papan tersebut penuh dengan puisi yang masih dalam proses, beberapa bercorat-coret, lainnya sudah rapi dengan ilustrasi.

Dan Menariknya , seluruh kegiatan ini didukung penuh oleh Guru-Guru Bahasa di SMADA , bahkan Guru-guru non Bahasa juga antusias dalam mendampingi para siswa saat berproses dalam pelatihan penulisan ini.Beberapa Guru tersebuat antara lain , Dwi Intan ,S.Pd, Reinelda Qhair,S,S.Pd, Galih Al Falah,S.Pd, Endang Sulistiani,S.Pd, Bu Aliza, IBu Vevina , Bpk Eko ,Bpk Oki dan masih banyak lagi guru-guru yang terlibat dengan antusias dalam program penulisan ini

Dengan langkah pasti, SMAN 2 Bondowoso terus menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar dan berprestasi , tapi juga ladang untuk membangun wawasan kritis dan kreatif untuk lebih banyak memahami tentang kehidupan yang lebih baik.

Smada Bertutur pun menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan bisa menjadi medium untuk menggali potensi sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan komunitas sastra lokal. ( Moh.ni-Lingkar Budaya.com)